Dinamika Geopolitik vs Resesi Ekonomi Menakutkan Pada Taraf Tatanan Sosial
sumber ficture:Web Landx
Perkembangan dinamika sosial politik saat ini banyak kalangan masyarakat mengalami penurunan kepercayaan hal tersebut di pengaruhi oleh Covid-19. Ketegangan akibat pandemik membuat kalangan masyarakat mengalami trauma Bahakan berpengaruh terhadap pemenuhan ekonomi.Selama pasca pandemik sejak 2019-2022 fenomena sosial menunjukkan bahwa pengaruh pandemik membuat ruang gerak sosial terbuntuti, disisi lain melalui tindakan pembatasan kebijakan pemerintah dalam pengatasian supaya masyarakat terhindar dari penyebaran Covid-19
Akibatnys ,banyak jiwa yang korban semasa pandemik membuat kalangan masyarakat panik dan sisi pemenuhan kebutuhan pokok ekonomi pun belum optimal secara menyeluruh terhadap rakyat yang tinggal di kota maupun pedesaan seluruh wilayah Nusantara.Di masa traumatis saat ini, rakyat di hadapkan dengan namanya Resesi ekonomi politik global internasional yang akan terjadi pada tahun 2023 mendatang. Tentu hal ini menjadi tekanan terhadap keberlangsungan hidup di dunia. Untuk lebih jelasnya kita akan membahas atau menjelaskan geopolitik.
Geopolitik adalah sebuah ilmu yang memberikan wawasan obyektif akan posisi kita sebagai suatu bangsa yang hidup berdampingan dan saling berinteraksi dengan negara lain dalam pergaulan dunia.Disisi lain Geopolitik di jelaskan sebagai ideology (landasan ilmiah bagi tindakan politik suatu negara).sebagai cara pandang kolektif untuk melangsungkan, memelihara dan mempertahankan semangat kebangsaan dengan negara lain
Kedudukan Negara Indonesia
Saat ini negara Indonesia berkedudukan bersama G20. G20 merupakan G20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia terdiri dari 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa.
G20 juga merupakan representasi lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% PDB dunia. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.
Lalu bagaimana cara perspektif kolektifnya?
Cara pandang yang sedang di pake oleh negara Indonesia adalah ia berkolaborasi, berkolektif untuk mempertahankan posisi hubungan bilateral dengan negara negara barat. Negara Indonesia sebagai subjek kontribusi pemulihan ekonomi global internasional.penjelasa geopolitik yang kedua diatas bisa di lihat ada penjelasan ideologi. Ideologi ini adalah paradoks para kaum kapitalisme feodalisme, klonialisme imprealisme untuk menindas Rakyat lain
Dengan dalih nya masalah krisis ekonomi dunia adalah masalah kita bersama untuk mengejar mimpi negara berkembang dari negara lain. Namun yang menjadi pertanyaan disini adalah jika Indonesia menjadi presidensial dalam Grup of twenty ( G20 ) sumber daya alam nya bersumber dari mana
Di masa pandemik kelalaian pengambilan keputusan yang tidak tepat sehingga menyebabkan banyak Rakyat Indonesia korban semasa penyebaran Covid-19. Hal lain yang mempengaruhi juga yaitu kurang nya fasilitas penanganan bidang kesehatan alat penanganan tidak terfasilitasi
Dalam dekade terakhir ini beberapa berita merilis bahwa Indonesia menjadi nilai terbaik di bagian wilayah Asia dalam penanganan dan pemulihan dari wabah pandemik. Apakah benar ?
Sebelumnya itu sangat menarik untuk disimak dan apakah didalamnya terdapat unsur kepentingan kekuatan politik yang membingkai wajah praktek liberal. Untuk melihat dinamika hubungan antara geopolitik dan resesi maka saya akan terlebih dahulu menjelaskan apa resesi itu.
Resesi ekonomi
Resesi ekonomi di artikan sebagai penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dalam waktu stagnan dan lama, mulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Resesi ekonomi bisa memicu penurunan keuntungan perusahaan, meningkatnya pengangguran, hingga kebangkrutan ekonomi.Secara umumnya , resesi terjadi ketika ekonomi tumbuh negatif dua kuartal beruntun.
Ada pula Terjadi resesi ekonomi di sebabkan oleh Guncangan Ekonomi,Inflasi,Deflasi,Gelembung Aset Pecah,Perkembangan Teknologi
Dari ulasan resesi ekonomi serta faktor penyebab diatas , soal isu resesi ekonomi pada tahun 2023 warga Netizen dan media massa saat ini menjadi ruang bincang terkait situasi yang akan terjadi pada tahun 2023 bahkan saat ini negara sedang wanti wanti terhadap dinamika resesi ini
Dari penjelasan diatas apakah ada neo-liberal yang terstruktur mengakomodir beragam penawaran tekanan untuk menciptakan kembali seperti pada masa pandemik. Ada apa dengan dinamika ini perubahan dinamika sangat dramatis mengubah pala kehidupan dalam taraf sosial - politik
Ekonomi liberal telah mendongkrak kehidupan rakyat dengan prinsip demokrasi nasional yang sangat tidak menjamin kelayakan kehidupan bangsa Indonesia. Dominasi liberalisme sudah terpengaruh oleh para penguasa sehingga kekuatan politik dalam negeri di lemah akibat pengaruh para kapitalis
Akar rumput di Indonesia khususnya kepada rakyat seakan perubahan ini mengsengsarakan akibatnya rakyat lupa untuk bertahan hidup di atas tanah mereka. Di tengah beredar resesi ekonomi global internasional,negara kemungkinan akan mengupayakan mengeksploitasi sumber daya alam sebagai pertahanan dan pemulihan ekonomi dunia
Dalam hal ini, kunjungan Presiden Indonesia Ir. Jokowi Dodo pada pekan bulan kemarin di Papua yaitu di PT Freeport Indonesia dapat di duga ada unsur keterlibatan kepentingan dalam Resesi ekonomi politik dunia ini. Dengan inisiatif pernyataan nya menyebutkan bahwa di Papua akan di bangun 24 Smelter di Papua
Dari pengamatan saya di sisi ekonomi politik dan hubungan geopolitik pendekatan pada Resesi ekonomi tahun 2023 atas kunjungan presiden Indonesia Jokowi di PT Freeport Indonesia tepatnya di timika ada unsur keterlibatan kepentingan politik untuk memaksimalkan potensi resesi ekonomi global internasional yang akan terjadi pada tahun 2023
Oleh : Aristo Y- N
19/ok/2022